Sunpride Menjalankan Kolaborasi Dengan Kementrian Pariwisata

 In Event

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya membuka sekaligus menjadi keynote speech dalam Wonderful Indonesia Co-branding Forum (WICF) yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kamis (10/8).

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengajak korporasi untuk memperkuat brand bersama-sama melalui co-branding. Harapannya, brand Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia bisa semakin bersinar di dalam maupun luar negeri.

Co-branding, kata Menpar Arief, merupakan partnership antara dua brands yang berbeda. Tujuannya adalah sinergi, untuk memperoleh impact yang jauh berlipat ganda.

“Kini brand Wonderful Indonesia sudah menempati posisi 47 besar dunia. Setelah dipromosikan besar-besaran di semua platform media di seluruh dunia. Nilai branding-nya sudah mengalahkan Amazing Thailand dan Malaysia Truly Asia,” jelas Arief dalam keterangan tertulisnya.

Definisi paling gampang dari sinergi yaitu, 1 + 1 = 3, bukan 2. Artinya, ‘the whole is bigger than the parts’, hasil gabungan lebih besar dari jumlah bagian-bagiannya. Dengan melakukan co-branding, maka kekuatan brand equity-nya akan melesat berlipat-lipat.

Inisiatif co-branding partnership ini dilakukan oleh Kementerian Pariwisata untuk mencapai tiga tujuan strategis. Pertama, untuk mendongkrak brand equity dari Wonderful Indonesia di pasar global dan brand Pesona Indonesia di pasar domestik dalam menopang terwujudnya sektor pariwisata sebagai leading sector di Indonesia. Kedua, untuk mengembangkan penetrasi pasar dan memperluas exposure brand Wonderful Indonesia atau Pesona Indonesia dengan memanfaatkan market network yang dimiliki oleh perusahaan tersebut, baik di pasar domestik maupun global. Ketiga, mewujudkan sharing resources antara kedua brand yang bekerja sama, sebab co-branding ini menghasilkan penghematan biaya promosi karena biaya promosi akan ditanggung bersama.

Hal itu dilakukan Kemenpar dengan membuka pintu kerja sama dengan semua industri atau pelaku bisnis. Terutama untuk industri yang produknya sudah dipasarkan massif baik di dalam maupun luar negeri.

Salah satunya, yaitu PT. Sewu Segar Nusantara melalu brand buah-buahan Sunpride, diajak berkolaborasi untuk memperkuat brand melalui co-branding. Kolaborasi ini bisa meningkatkan branding Wonderful Indonesia (mancanegara) dan Pesona Indonesia (nusantara) agar lebih terkenal. Melalui buah-buahan PT. Sewu Segar Nusantara yang diekspor di berbagai negara.

PT. Sewu Segar Nusantara yang didirikan pada tahun 1995 sebagai anggota dari kelompok investasi unggulan Gunung Sewu Kencana (GSK) yang memiliki keahlian yang luas di beberapa bidang antara lain yaitu makanan, agribisnis, asuransi jiwa, barang-barang konsumen, sumber daya alam, teknologi informasi serta properti. Unit bisnis dari kelompok GSK telah membentuk jaringan distribusi yang luas di seluruh nusantara dan juga hubungan pemasok dan pengecer yang kuat.

PT. Sewu Segar Nusantara berfokus pada distribusi dan pemasaran buah lokal yang bekerjasama dengan Nusantara Tropical Farm (NTF) untuk menghasilkan beberapa buah lokal.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, dalam ilmu branding mengenal apa yang disebut co-branding. Sederhananya, co-branding merupakan partnership antara dua brand yang berbeda. Tujuannya untuk menyinergikan keduanya agar sama-sama memperoleh impact yang tinggi. Selain itu, PT. Sewu Segar Nusantara juga bekerjasama dengan petani lokal serta telah mengembangkan tindakan pengendalian mutu yang ketat yang dipercaya dan diandalkan oleh lebih dari 3.000 pengecer.

Hingga saat ini, Kemenpar juga menjalankan kerja sama co-branding dengan merek dagang lain seperti Martha Tilaar, JJ Royal, Polygon, Sahid Group, Tiket.com, Alleira Batik & Gaia, Sarinah, Rumah Zakat, Sekar Group, Krisna Oleh-Oleh, Secret Garden, Sababay Wine, Bon Gout, Achilles, Garuda Food, Dapur Solo, dan Malang Strudel.

pic by ANTARA News

Recommended Posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.