Brook Preloader
Your Trusted 24 Hours Brook Service Provider !
Pengemasan Buah Untuk Kebaikan Konsumen dan Menghargai Jerih Payah Petani

Pengemasan Buah Untuk Kebaikan Konsumen dan Menghargai Jerih Payah Petani

Secara umum produk hortikultura sangat mudah menurun secara kualitas dan kuantitas sejak panen hingga sampai ke tangan konsumen. Namun, penurunan kualitas dan kuantitas produk hortikultura dapat diminimalisasi dengan penanganan pascapanen yang baik, misalnya proses pengemasan dan transportasi untuk melindungi dan mempertahankan kualitas produk tersebut. Salah satu buah yang rentan terhadap perusakan pascapanen adalah buah pisang. Untuk mendapatkan buah pisang segar matang dengan kualitas tinggi, perhatian harus diberikan sejak penentuan buah untuk dipanen, pencegahan serangan busuk buah, penanganannya sampai tempat tujuan dan proses pematangannya. Kerusakan pada buah pisang banyak disebabkan oleh benturan, tekanan dan gesekan selama proses pengangkutan dan distribusi yang mengakibatkan kerusakan mekanis dan memberi peluang infeksi mikroorganisme penyebab busuk pada buah. Sunpride sebagai merek buah lokal yang berada dibawah naungan PT Sewu Segar Nusantara telah menerapkan pengemasan buah pisang yang bertujuan untuk melindungi buah dari kerusakan mekanis dan memudahkan penanganan selama pengangkutan untuk distribusi dan pemasaran, serta sebagai bentuk menghargai jerih payah petani. Untuk menghargai jerih payah petani ini pula, Sunpride selalu melakukan inovasi dalam penerapan pengemasan dan pengangkutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan pengaturan distribusi ke kota-kota besar dengan mempertahankan temperatur yang sesuai dan mengendalikan komposisi udara lingkungan untuk mengurangi perbedaan suhu buah dengan suhu lingkungan, serta kemasan buah untuk memperpanjang masa simpan. Ada beberapa persyaratan dalam memilih kemasan buah, seperti kemasan harus mampu melindungi isi terhadap kerusakan selama distribusi dan mampu mempertahankan bentuk dan kekuatan kemasan meski terkena kelembaban dan ditumpuk selama waktu penggunaannya. Kemasan yang baik juga mampu mengeluarkan panas dan uap air yang dihasilkan oleh buah pisang yang tetap melakukan respirasi. Kemasan yang digunakan yaitu berbahan dasar plastik dengan memiliki ventilasi atau lubang-lubang yang cukup untuk membuang panas yang dihasilkan oleh buah pisang, karena panas tidak boleh terakumulasi di sekeliling buah yang dapat menstimulasi respirasi lebih cepat. Kemasan plastik mampu menekan kehilangan air yang berarti juga mengurangi susut bobot dan penampilan buah seperti layu atau kurang segar. Pisang Cavendish Sunpride dihasilkan oleh perkebunan di Lampung dan dipasarkan ke beberapa kota besar. Dengan adanya perubahan perilaku konsumen yang ditandai dengan maraknya mini-market di kota-kota di Indonesia, Pisang Cavendish Sunpride pun kini hadir dengan jumlah satuan yang dinamakan Pisang “Single and Available” yang memudahkan konsumen untuk mendapatkan nutrisi harian melalui buah. Setelah dikemas menggunakan plastik, Pisang “Single & Available” kemudian dimasukan dalam kemasan karton berkorugasi yang terdiri dari dua bagian berupa wadah dan tutup, dilengkapi dengan ventilasi pada empat sisi dan tutupnya. Perlakuan ini dapat menekan kerusakan yang terjadi pada buah pisang selama pengangkutan, sehingga tidak ada buah yang rusak dan terbuang tidak termakan – suatu hal yang Sunpride hindari. Pengemasan dan pengangkutan menjadi titik kritis dalam penanganan pasca panen pisang. Selama pengangkutan, mutu pisang harus dijaga agar tidak mengalami kerusakan seperti memar, pecah, busuk, dan lainnya. Pengangkutan Juga harus menghindari adanya kontak langsung dengan sinar matahari yang akan menyebabkan buah mengalami penurunan tingkat kesegaran. Selain pisang satuan “Single & Available” yang dapat ditemui di banyak mini market, pisang satuan Sunpride pun hadir di pasar-pasar tradisional. Hal ini seiring dengan misi kami dalam memberikan akses buah untuk masyarakat lebih luas.   Di samping teknologi yang diterapkan dalam pendistribusian, saat ini PT Sewu Segar Nusantara juga terus mencari alternatif kemasan buah pisang yang ramah lingkungan (Biodegradable), karena turut menjaga kelestarian lingkungan juga menjadi salah satu kepedulian perusahaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan kemasan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang dapat terurai dan terjangkau nilainya, serta kemasan tersebut juga mampu memberikan alternatif untuk permasalahan limbah serta pemanasan global. Dengan terus melakukan inovasi terhadap kemasan buah, kami memperkuat komitmen kami terhadap lingkungan hijau dan berkelanjutan (green and sustainable environmental) tanpa mengesampingkan kualitas buah yang dihasilkan oleh para petani, sehingga konsumen pun bisa mendapatkan produk terbaik yang dihasilkan oleh petani lokal Tanah Air. Artikel ini bersumber dari: Jurnal Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, dengan judul “Teknologi Pascapanen dan Teknik Pengolahan Buah Pisang”

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *