Mengobati Batuk? Nanas Honi Saja!

 In Fruitaholic

Pertengahan bulan, saya menyempatkan diri untuk berlibur ke Bali di sela-sela menyelesaikan beberapa pekerjaan. Perjalanan ini sekaligus saya manfaatkan untuk berkumpul dengan teman-teman SMA, yaaa..reuni lah ya istilahnya.

Dan kalau sudah bertemu teman lama, saya suka lupa diri. Apalagi ini adalah kumpul kami pertama setelah beberapa tahun. Rindu Bali, rindu teman-teman, membuat saya suka jika umur tak muda lagi. Akibatnya, setelah 24 jam nonstop jalan dengan mereka, menginap di Bedugul yang cuacanya dingin dan berkabut, lalu turun ke Denpasar yang panasnya terang benderang, dilanjutkan langsung ke airport untuk mengejar flight ke Jakarta (yang mana akhirnya delay 2 jam), badan sayapun tumbang begitu sampai rumah.

Tidak hanya kelelahan, tapi juga mulai demam dan tenggorokan sakit. Sakit tenggorokan dan flu adalah musuh utama saya, padahal 2 penyakit ini paling sering menghampiri, hiks. Selain sangat mengganggu, kalau sudah mulai flu dan berdahak saya khawatir larinya ke sinus, kepala pusing atau vertigo. Malesin banget kan ya? Karena itu biasanya saat gejala, saya sudah buru-buru mengobatinya.

Syukurnya nih, begitu sampai rumah masih ada stok buah Sunpride dari beberapa hari sebelumnya. Ada Apel Envy, Guava Crystal dan Nanas Honi. Pisang Highland Banana yang merupakan The Sweetest Banan juga masih ada, hanya kulitnya mulai tumbuh bintik hitam. Senangnya dengan Buah Sunpride ini, meski disimpan beberapa ari kesegarannya tetap terjaga. Emang ya kalau buah berkualitas itu beda, rasanya enak, segar lama dan yang paling penting ngga mudah busuk.

Sengaja hari itu sarapan potongan guava dan apel envy yang kaya antioksidan dan istirahat sebanyak-banyaknya. Konon tubuh sakit adalah signal bahwa dia membutuhkan istirahat. Sambil tidur-tiduran, iseng saya browsing boosting vitamin C untuk mengembalikan stamina (selain Apel dan Guava), dan nyangkutlah di satu artikel tentang buah nanas yang kaya vitamin C. Dan mumpung ada nanas honi yang belum dipotong, saya googling pula kandungan gizinya.

Dan YESSSS…NANAS TERNYATA BISA JUGA JADI OBAT BATUK!¬†

Pas banget nih dengan saya yang lagi sakit flu dan tenggorokan. Agak kaget sih, setau saya nanas sering bikin batuk bukan? Setidaknya itu sih yang dibilang orang tua saya dulu ūüėÄ

 

Padahal ternyata kebalikannya. Nanas selain kaya akan vitamin C, juga mengandung sebuah enzim bernama bromelain. Nah, bromelain inilah yang akan mengurangi peradangan di tenggorokan dan mengurangi lendir di saluran pernafasan. Bromelain ini terdapat di batang nanas yang keras itu. Kalau biasanya meotong nanas kita buang bagian tersebut, kali ini jangan. Kalau Fruitaholic tidak suka mengunyahnya langsung, blender saja hingga jadi jus. Tapi kalau nanas honi, bagian batang tengahnya ini kan tetap enak ya dikunyah begitu saja? Saya sih suka, entah kalau mas Anang.. :))

Selain bromelain, nanas juga mengandung banyak vitamin, tidak cuman vitamin C. Beberapa di antaranya adalah vitamin B, potasium, kalsium, vitamin A, zat besi, mangan, dan beta-karoten. Mangan ini yang seringkali diabaikan, padahal sangat krusial. Meski sebenarnya tubuh kita memproduksi mangan alami, tapi seiring bertambahnya umur mangan yang diproduksi tubuh tak mencukupi. Karena itu perlu mangan tambahan, salah satunya dari nanas. Kekurangan zat mangan akan berpengaruh pada tulang belakang, dan mempengaruhi tulang lainnya. Dari masalah tulang keropos, hingga yang terberat adalah osteoporosis atau patah tulang yang disebabkan tulang kurang kuat. Ewwww…ngeri kali kan? Apalagi buat yang suka olahraga lari macam diriku, maka tulang menjadi sangat penting.

Selain itu Vitamin C di Nanas Honi juga  sangat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mengatasi infeksi, mempercepat proses penyembuhan flue dan batuk serta kelelahan parah akibat terlalu banyak bersenang-senang. Hahaha.

 

Dan ternyata bener lho! Setelah memakan hampir 1 butir nanas honi, itu batuk dan flu perlahan menghilang. Yhaaa..tapi 1 nanas honi memang kalau dipotong-potong hasilnya sekotak penuh sih. Semacam 2-3x nanas biasa. Puas sekali, selain segar nanas ini juga padat dan yang penting adalah manis! H+6 dari kepulangan, ini badan sudah fit kembali dan bisa lari 18K lagi. Aku senang!

EASY RUN #RoadToMBM It might not be the fastest 18K, but I'm happy with the result. Dengan pace awal 8:15, lalu bisa end up with 8:04 as average pace is a very good thing. I run as easy as I can as long as I didn't walk. Dan memang pada akhirnya lari kali ini jalannya ngga sebanyak lari biasanya. Hahaha. Sempat jalan di km 11 dan km 16 karena elevasi setan yang panjang itu. Selebihnya 4x berhenti untuk hidrasi. Larinya sama siapa? Sendiri. Meski suami juga hobby lari, tapi kami memiliki pola latihan yang berbeda. Dan karena lari adalah individual sport, maka kamipun memilih lari mengikuti bagaimana nyamannya saja. Kalau dia nyaman dengan lari bersama-sama, saya lebih nyaman untuk lari sendiri. But still, I keep #WeRunJkt and those buddies in my heart and each race of course ?? . 18K mikirin apa? Banyak. Hal remeh temeh ngga penting misal apakah mungkin kucing dan anjing kawin karena kulihat ada kucing yang cara jalannya sangat mirip anjing. Atau, mengingat sudah hampir 3 tahun lari dan kenapa belum berhenti, atau kenapa juga belum ikut Full Marathon padahal itu teman-teman yang larinya belum setahun udah mau marathon aja. Hahaha. Untuk ini jawabannya panjang, nanti saja kutuliskan kalau sempat. Pikiran-pikiran itu lebih pada datang selintas, lalu pergi begitu saja seiring jam yang bergetar menandakan 1km telah dilalui. Atau ketika lagu di spotify berganti. Atau ketika di depan ada genangan dan membuyarkan apa yang sedang dipikirkan. Berlari, adalah berdialog dengan diri sendiri, meski kadang dialog itu berupa cengkrama atau lamunan yang entah dimana akhirnya. Semoga selalu bisa berlari dengan perasaan seperti ini. Rasa senang dan rasa nyaman, sampai nanti-nanti. More about run are written my blog, link on bio ?? … #run #running #WeRunJkt #WerunSunday #morningrun #garmin #nike #nikeplus #nrcapp #NRC #nrcapp #flower #frangipani #bluesky

A post shared by Dewi K. Rahmayanti (@dewikr) on

 

Recommended Posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.