Kiwi Untuk Kesehatan Janin

 In Health, Health & Beauty Info

188592141960kiwi-ilmu-mania

Kiwi adalah sejenis buah beri dengan kelompok kultivar dari kayu pohon anggur Actinidia deliciosa dan hibrida antara ini dan spesies pada genusActinidia. Actinidia asli berasal dari Shaanxi, Cina.

Buah kiwi yang normal berbentuk oval, kira-kira sebesar telur ayam (5–8 cm / 2–3 in dan diameter 4.5–5.5 cm / 1¾–2 ). Buah ini kaya serat, kulit berwarna hijau-kecokelatan dan daging buah berwarna hijau terang atau keemasan dengan biji kecil, hitam, dan bisa dimakan. Tekstur buah ini sangat halus dan rasanya yang unik, saat ini buah kiwi sudah ditanam di berbagai negara.

Buah ini awalnya bernama Gosberi Cina, buah ini dinamai kembali dengan alasan ekspor marketing pada tahun 1950-an, menjadi melonette, kemudian kiwi. Nama buah ini berasal dari kiwi — burung yang tak bisa terbang dari Selandia Baru.

Tidak ada lagi buah yang dapat menandingi kandungan vitamin C buah Kiwi. Maka dari itu, apabila biasanya hanya menemukan buah kiwi pada kue atau campuran salad saja, kini konsumsilah buah dengan kulit berbulu ini secara utuh, namun tanpa kulitnya.

Buah yang memiliki rasa asam manis untuk jenis Green Kiwi dan manis yang terasa pada Gold Kiwi memiliki asam amino arigin dan glutamat yang tinggi. Arigin menrupakan asam amino yang bersifat vasodilator (penurun  tekanan darah) dan membantu meningkatkan aliran darah. Sebagai vasodilator, arigin juga digunakan untuk mengobati gejala ompotensi. Asam amino yang sama juga mencegah terjadinya plak pada dinding arteri, khususnya pada pasien angioplasty atau yang familiar disebut bedah plastik pembuluh darah.

Kiwi dipercaya dapat menangkal radikal bebas karena kandungan antioksidan yang kaya, serta kandungan polifenol, karotenoid, dan enzim-enzim lain yang membentuk antioksidan untuk menangkal radikal bebas yang masuk dalam tubuh. Hasilnya, tubuh  lebih sehat dan dapat terhindar dari banyak penyakit.

Maka tak heran jika buah ini cocok untuk semua orang, mulai dari anak kecil, orang tua, sampai ibu hamil karena baik untuk kesehatan sang janin. Kebaikannya untuk ibu hamil berasal dari kandungan asam folat yang baik untuk mencegah cacat lahir pada otak atau saraf tulang belakang. Dengan asupan asam folat yang cukup pada masa sebelum dan selama kehamilan, resiko timbulnya NTDs pada bayi dapat diturunkan hingga 80%.

Wanita yang berencana hamil perlu mengonsumsi asam folat secara dukup sebelum 4 bulan kehamilan. Artinya jika pada sebelum masa kehamilan, asam folat sudah tercukupi, maka akan menurunkan resiko bayi terlair cacat pada sistem saraf (otak) atau cacat tabung saraf. Selain itu buah ini juga mengatasi kekurangan zat besi pada wanita yang bisa berdampak pada terganggunya produktivitas, perkembangan dan fungsi kognitif, resiko kehamilan dan sistem kekebalan tubuh.

Recent Posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.