Your Trusted 24 Hours Brook Service Provider !
Jangan Lagi Picingkan Mata Liat Buah Lokal

Jangan Lagi Picingkan Mata Liat Buah Lokal

21jangan-lagi-picingkan-mata-liat-buah-lokal Mendengar nama pisang Cavendish, honey melon, pear golden, dan pear singo, Anda pasti langsung berpikir, “Wah, pasti buah impor!”. Padahal, buah-buah tersebut dihasilkan dari petani lokal. Buah lokal lekat dengan imej rasa kurang manis dan tampilan tidak menarik sehingga sebagian orang memicingkan mata terhadapnya. Namun, hal itu kini tidak terlihat lagi. Buah-buahan itu tampil cantik dengan warna menggoda serta rasa yang manis. Produk petani bernilai tinggi ini tidak akan lepas dari sorotan Sunpride, yang 80 persen produknya dihasilkan dari petani lokal. “Kebanyakan petani sudah jadi petani yang loyal. Buah yang mereka jual punya value tinggi. Mereka tahu buah mereka dihargai berapa saat masuk supermarket, jadi kehidupannya bisa lebih makmur,” jelas Martin M. Widjaja, Acting Chief Executive Officer Sunpride, kepada Okezone ketika ditemui di Hotel Four Season, Jakarta, baru-baru ini. Demi menghasilkan produk berkualitas tinggi, petani-petani diberikan pelatihan dan pengetahuan sehingga produk yang dihasilkan sesuai standar dan ekspektasi pasar. “Kami juga membina kelompok-kelompok tani untuk menanam komoditas buah dengan nilai dan kualitas yang tinggi,” tambahnya. Petani dengan produk kualitas tinggi tersebar hampir di seluruh Indonesia, mulai dari Medan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali. Meski penetrasi pasarnya di Jabotabek, dia mengaku bahwa perlakuan khusus harus ada dalam upaya menjaga kesegaran buah. “Mobil untuk distribusinya pakai pendingin dan buahnya dibungkus dengan plastik khusus agar lebih tahan lama,” ungkapnya. Di Indonesia, jika kita ingin menikmati buah tertentu, harus menunggu musimnya terlebih dahulu. Agar buah tetap tersedia meski bukan musimnya, Sunpride sebagai penyedia produk buah sejak 1995 memiliki tiga sumber berbeda, yaitu dari Sunpride sendiri, petani lokal, dan petani luar negeri. “Perusahaan kita menanam, petani kita menanam, ada lagi yang di luar negeri,” ujarnya. Selain itu, untuk membangkitkan minat masyarakat agar mau mengonsumsi buah lokal, pihaknya memberikan edukasi melalui media sosial dan edukasi secara langsung melalui konsultan yang tahu banyak mengenai buah. “Kita banyak edukasi melalui sosial media lewat Twitter dan Facebook. Kita juga ada food consultant. Dia akan kasih tips mengolah buah yang memang orang Indonesia belum banyak tahu,” pungkasnya

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *