Imlek Dan Tradisi Manisan Buah

 In Recipes

pic by Nekochan Travelinary

Setiap perayaan tentu tidak lepas dari makanan yang dihidangkan. Makanan bukan lagi sekedar sebagai sajian, tapi di dalamnya terkandung banyak makna. Makanan juga telah menjadi simbol dan harapan untuk mencapai suatu keinginan. Demikian juga pada makanan-makanan khas Imlek, ternyata memang mempunyai makna yang baik untuk tahun baru. Perayaan tahun baru Imlek identik dengan rasa syukur, harapan, dan kebersamaan dengan orang-orang yang dicintai.

Salah satu makanan yang selalu hadir dalam perayaan Imlek adalah manisan yang berada di kota segi delapan juga hadir saat Imlek, manisan segi delapan ini dikenal sebagai “tray of happines”. Sesuai dengan namanya manisan segi delapan mengandung banyak makna. Misalnya biji teratai yang melambangkan kesuburan dan leci sebagai lambang keluarga yang kuat. Selain itu angka delapan juga menjadi angka keberuntungan yang dipercayai oleh orang Tionghoa. Manisan biasanya terdiri dari bermacam-macam buah yang dipersembahkan di atas meja abu leluhur. Di Indonesia manisan buah tersebut adalah nanas, pisang putri, dan pepaya mengkal.

Berikut manisan dan penjelasannya:

  • Manisan melon, melambangkan kesehatan dan perkembangan hidup.
  • Jeruk kumquat, melambangkan kemakmuran dan emas.
  • Kelapa kering atau kelapa segar, melambangkan persatuan dan persahabatan.
  • Kelengkeng, melambangkan banyak anak.
  • Biji teratai, melambangkan kesuburan.
  • Buah leci, melambangkan ikatan keluarga yang kuat.
  • Kacang tanah, melambangkan doa agar panjang umur.
  • Semangka merah, melambangkan kebahagiaan dan kejujuran.

Manisan buah apa yang Fruitaholic paling suka?

Recommended Posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.