Diet Sehat? Ya, Makan!

 In Fruitaholic

Diet Sehat? Ya, Makan! – Kalau membaca kalimat satu ini pasti banyak yang mengerutkan kening. Benar apa betul? Hehe. Awalnya saya pun berada di barisan paling pertama saat mendengar kalimat ini dari salah seorang narasumber di sebuah seminar kesehatan. Paling membuat saya penasaran karena yang mengatakan hal tersebut adalah seorang pakar gizi.

Ya, diet memang salah satu aktivitas dimana seseorang selalu diidentikkan dengan “tidak makan”. Padahal tubuh setiap harinya membutuhkan asupan nutrisi yang cukup baik itu dari segi karbohidrat, protein, vitamin dan juga mineral. Ketika komposisinya berkurang di dalam tubuh, maka yakin dan percaya tubuh akan merasakan ada gangguan yang kemudian kita kenal dengan sakit. Padahal kita ingin memaksimalkan porsi tubuh kok malah jatuhnya sakit. Dan sakit tentunya membutuhkan bantuan obat agar cepat kembali pulih. Lantas, apa manfaatnya diet jika mengakibatkan sakit?

Itulah pola diet yang seharusnya diluruskan oleh kita semua, Fruitaholic. Karena melakukan diet untuk sehat tetapi tidak makan itu sama sekali tidak ada dalil atau referensi yang membenarkan. Bahkan jika kita merujuk pada definisi KBBI Online: diet adalah aturan makanan khusus untuk kesehatan dan sebagainya (biasanya atas petunjuk dokter)”.

Sudah sangat jelas bahwa diet itu justru mengatur asupan makanan baik dalam jumlah porsi dan jenisnya. Namun, sebaiknya pula diet yang dilakukan atas petunjuk dokter yang sebelumnya telah dilakukan general check up atas kesehatan kita. Beda orang beda anjuran diet karena masing-masing kita membawa gen sendiri-sendiri. Jadi, bisa jadi saya dianjurkan untuk mengurangi konsumsi karbohidrat sementara yang lain justru harus menambah porsi. Begitupun dengan zat gizi lainnya (baca: protein, mineral dan vitamin).

Namun, sejatinya tidak perlu khawatir dengan kondisi tubuh selama kita selalu mengkonsumsi makanan sehat, baik dan pastinya halal. Karena baik dan sehat tetapi tidak halal pun akan berdampak pada kesehatan (setidaknya itu yang diajarkan oleh kitab suci setiap agama, bukan?!).

Nah, kalau saya pribadi memang melakukan diet karbohidrat karena melihat jenis aktivitas saya yang tidak begitu menyita tenaga. Lebih banyak membersamai anak di rumah. Kalaupun aktivitas saya yang menyita pikiran, paling tidak saat duduk di depan laptop dan smartphone karena sambil mengajar online juga. Tentu saja diet yang saya lakukan harus menunjang kondisi fisik saya. Dan beruntung Tuhan menghadirkan beraneka ragam makanan dalam bentuk buah yang begitu melimpah di tanah air kita.

Yup sebagai fruitaholic saya sangat terbantu dalam bentuk diet. Jika biasanya saya harus makan siang dan makan malam dengan karbohidrat dengan dua centong nasi, maka sekarang asupan karbohidrat sudah bisa tergantikan dengan mengkonsumsi buah Pisang, paling suka jenis Pisang Cavendish. Ya, saya mengkonsumsi pisang setiap pagi dan satu jam sebelum makan siang. Hasilnya, perut sudah merasakan kenyang sehingga makan nasi sudah paling banyak 2-3 sendok makan saja. Bahkan mengkonsumsi pisang saat sahur pun sudah mampu memberikan kekebalan tubuh seharian.

Jika bosan dengan pisang, saya juga mengganti dengan buah lain seperti buah apel merah atau buah pir. Saya sih mengkonsumsi buah apel sejatinya untuk membantu tubuh saya agar tekanan darahnya turun. Sehingga saat bersama anak dan biasanya ada saja adegan yang memancing emosi, bisa pelan-pelan diredam.

Bagaimana? Masih bingung soal asupan gizi saat diet? Bisa coba melakukan tips diet sehat yang saya susun berikut ini:

  • Pastikan konsumsi air putih sesuai dengan takarannya yaitu minimal 8 gelas sehari
  • Mulai menghindari makanan yang sudah dipastikan tidak sehat dan menjadi silent killer, seperti gorengan, junk food dan lain-lain. Pasti sudah paham ya soal ini.
  • Usahakan sarapan di bawah jam 9 pagi, seperti saya minimal mengkonsumsi pisang atau buah lainnya sesuai selera. Eits… tetapi ingat juga jenis buahnya yang ringan-ringan saja ya.
  • Sesuaikan porsi karbohidrat dengan aktivitas setiap hari. Jika banyak bergerak otomatis membutuhkan karbohidrat yang sepadan, begitu juga sebaliknya.
  • Lebih baik menghentikan proses kerja mulut (baca: mengunyah/makan) ketika sudah di atas jam 9 malam. Biarkan system pencernaan melakukan tugasnya yang tersisa.
  • Olahraga teratur. Dan olahraga yang paling bagus itu adalah olahraga yang kita sukai (menurut pakar gizi Jansen Ongko).
  • Konsultasikan ke dokter gizi terdekat. Yup, ini penting juga agar benar-benar memahami kondisi tubuh sendiri.

Well… sudah mau makan lagi, kan? Hehe… jangan sampai diet membuatmu harus menghembuskan nafas terakhir lho, guys. Sebab diet sekali lagi bukan berarti tidak makan, tetapi mengatur pola makan dan asupan nutrisi yang dimakan.

Salam sehat, Fruitaholic!

Recommended Posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.