Buah Lokal Indonesia Mendapat Penghargaan di Indonesia Original Brand 2016

 In News

News1

Jakarta, 10 Maret 2016 – Ditengah maraknya merek asing di pasar Indonesia,Sunpride dan Sunfresh, merek buah lokal yang berada dibawah naungan PT Sewu Segar Nusantara sebagai pemasok dan distributor buah segar nusantara, mendapatkan apresiasi dalam penghargaan Indonesia Original Brand (IOB) 2016 untuk kategori “Buah Bermerek” pilihan masyarakat Indonesia.

Survey IOB yang dilakukan oleh majalah SWA dan lembaga riset Business Digest terhadap merek-merek asli Indonesia, menggunakan empat parameter, yaitu Satisfaction (kepuasan), Loyalty (loyalitas), Advocacy (advokasi), dan Foreign Local Comparison (FLC). Hasil survey menunjukkan secara keseluruhan Indeks IOB dalam tiga tahun terakhir terus meningkat, dimana pada tahun 2014, keseluruhan Indeks IOB hanya 7,39, 2015 naik menjadi 7,43, dan di 2016 menjadi 7,49 atau naik 0,80% dari tahun sebelumnya. Hasil survey ini memperlihatkan merek-merek asli Indonesia yang sukses di pasar karena memiliki kinerja yang bagus, pangsa pasar signifikan, brand awareness/ekuitas tinggi, dan tahan persaingan dengan merek asing.

Terpilihnya Sunpride dan Sunfresh menunjukkan konsistensi PT Sewu Segar Nusantara sebagai pemain lokal untuk terus menjaga kualitas buah-buahnya yang juga turut berkontribusi terhadap perkembangan dan pertumbuhan industri agribisnis lokal Indonesia. Dimana, Sunpride sebagai merek lokal unggulan PT Sewu Segar Nusantara dianugerahi “The 1 st Champion of Indonesia Original Brand 2016” dengan mendapatkan rata-rata nilai Indeks IOB sebesar 7,63, diatas rata-rata keseluruhan Indeks IOB 2016. Sementara, Sunfresh mendapatkan nilai Indeks IOB sebesar 7,58.

Martin M. Widjaja selaku Managing Director PT Sewu Segar Nusantara menyatakan, “Kami bangga dapat merepresentasikan Indonesia untuk kategori “Buah Bermerek”, yang membuktikan bahwa produk Indonesia juga dapat bersaing di negeri sendiri. Penghargaan ini juga menjadi motivasi kami untuk tetap mengedepankan kualitas dalam memenuhi permintaan pasar yang masih sangat besar, sehingga ruang untuk berinovasi masih lebar.”

Metode survei IOB yang digunakan ialah multistage random sampling sebesar 40,6% dan booster sampling sebesar 59,4% dalam kurun waktu 1 – 19 Februari 2016 untuk random dan 7 – 22 Maret 2016 untuk booster. Subjek penelitian yang dipakai dalam survei ini sebanyak 5.070 orang dengan jenis kelamin pria sebanyak 38,6% dan wanta sebanyak 61,4% di wilayah Medan, Bandung, Semarang dan Makassar dengan masing-masing presentase sebanyak 13,8%, sedangkan Jabodetabek 30,8% dan Surabaya 13,9%.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.