Your Trusted 24 Hours Brook Service Provider !
Buah Lokal Butuhkan Kerja Sama

Buah Lokal Butuhkan Kerja Sama

62buah-lokal-butuhkan-kerja-sama Bandung, dikutip melalui Kompas – Semua Pihak perlu segera menggalang kerjas sama dalam menghasilkan buah lokal yang berkualitas dengan harga terjangkau. Hal tersebut penting agar dominasi buah impor ditekan. Untuk itu, berbagai kendala dalam produksi dan pasca panen perlu segera diatasi. Demikian benang merah dari seminar “Kontribusi Sains dan Teknologi Dalam Mengangkat Citra Buah Lokal” yang di gelar di Institut Teknologi Bandung, Rabu (31/10). Hadir selaku pembicara Kepala Balai Tanaman Buah Tropika Catur Hermanto peneliti dari ITB Fenny Martha Dwiyany, serta pengusaha buah dari PT Sewu Segar Nusantara, Martin M Widjaya. Menurut Catur, untuk memperkenalakan varietas buah unggul mulai dari identifikasi yang tumbuh secara liar, permuliaan uji adaptasi, hingga promosi membutuhkan 15-54 tahun. Percepatan proses ini menjadi 3-20 tahun bila ada kerja sama dengan penelitian terkait teknologi molekuler hingga logistik benih “Kuncinya adalah kerja sama, saling berbagi dan saling terbuka,” kata Catur Dia mengaku dengan meneliti berbagai varietas buah lokal seperti mangga, pisang atau papaya yang bisa di tanam di lahan pasang surut serta alpukat, semangka dan nanas. Namun, saat ini baru dalam taraf penelitian dan belum di tanam di kebun petani. Berdasarkan data Kementrian Pertanian, produksi buah nasional tahun 2010 mencapai 15,4 juta ton yang didominasi pisang. Di Indonesia, tercatat 400 jenis buah yang bisa dimakan dengan 45% dibudidayakan dan 55% tumbuh liar. Volume impr buah tahun 2010 mencapi 543.963 ton, sebaliknya ekspor hanya 12.512 ton. Penanganan Martin berujar penanganan yang kurang sesuai menyebabkan buah lokal tidak terkonsumsi begitu dipanen. Salah satu penyebab adalah rusak sewaktu dikirim ke pasar tradisional atau modern. Itu dipicu proses panen dan pasca panen kurang tepat sera pengiriman yang kurang baik. Sewu Segar Nusantara yang memiliki merek Sunpride menjajal manajemen distribusi buah yang diawasi ketat sejak di kebun hingga di pasar. Menurut Martin, pemasaran yang baik juga bisa menumbuhkan kepercayaan masayarakat terhadap merek buah lokal. Dia menyebut Pisang Cavendish, Mangga, Melon dan Nanas yang ditanam di kebun milik petani binaan mereka kerap dikira buah impor. “Petani sebagai pihak dengan risiko tertinggi harus mendapat bagian terbesar agar mutu buah terjaga. Itu agar kita bias menjual dengan harga tinggi” kata Martin. Untuk menjamin mutu buah, Sewu Segar Nusantara punya armada truk berpendingin yang membawa buah dari petani hingga ke pasar modern.  

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *