Akibat Mengonsumsi Pisang Sunpride  

 In Fruitaholic

 

Saat kecil saya tidak suka dengan pisang. Bukan karena rasanya, tapi karena bosan. Mengapa? Karena di rumah saya, buah yang satu ini selalu tersedia. Mau tidak mau, saya harus menghabiskannya. Hampir setiap hari saya mengkonsumsi pisang. Pagi, siang, dan sore. Semacam minum obat saja. Bosan! Apa saya salah pilih pisang ya? Makanya jangan salah pilih pisang! Hehehe…

Sampailah saya melihat film Mr. Brain. Film Jepang tentang penyelidikan kasus pembunuhan, pencurian, dan lain-lain. Apa hubungannya pisang dengan film ini? Hubungannya karena, tokoh utama digambarkan seorang lelaki yang suka pisang. Di film ini juga dijelaskan tentang manfaat pisang untuk meningkatkan kemampuan otak. Ya, berdasarkan riset di Jepang, pisang dapat meningkatkan kemampuan otak. Dan karena saya suka dengan film ini, pengaruh suka pisang otomatis masuk ke dalam otak. Film ini membuat saya suka dan mencari pisang.

Untuk anak yang sejak duduk di bangku SD berada di barisan nilai jelek dan kenangan masa kecil yang buruk karena bullying, tentunya saya ingin menjadi lebih pintar. Dan setelah tahu hasil riset di Jepang, Saya berpikir pisang bisa membuat saya lebih pintar.

Sekarang, ketika sudah besar, Entah saat ini menjadi semakin pintar atau tidak, saya tak begitu memikirkan. Namun yang jelas, setelah lihat MR. Brain saya menjadi gemar makan pisang. Apalagi ketika bertemu dengan Pisang Sunpride, jadi makin ketagihan. Rasanya itu lho, nggak bikin bosan. So, jangan salah pilih pisang. Pisang? Sunpride saja!

Mengapa pisang sunpride? Karena pisang Sunpride adalah Pisang Cavendish yang sangat popular di dunia. Keunggulan bibit pisang ini dibandingkan dengan yang lain adalah pisang Cavendhis lebih terbebas dari penyakit.

Banyak yang mengira kalau Pisang Cavendish adalah buah import, kesan tersebut muncul karena kulit pisang yang mulus, rasanya yang manis dan warnanya yang kuning cerah. Padahal Pisang Cavendish sunpride ditanam dikebun milik group gunung sewu yang berada di Lampung. Kulitnya yang mulus dikarenakan perawatan yang maksimal mulai dari pemilihan bibit dan pengemasannya.

Dimulai dari letak perkebunan yang jauh dari jalan raya untuk menghindari polusi kendaraan yang dapat menempel pada buah. Selain itu Jarak tanam, irigasi, sanitasi air juga diperhatikan dengan baik untuk menghasilkan buah yang benar-benar berkualitas. Yang tak kalah penting penanganan buah-buah sejak dari kebun dengan kontrol yang ketat dan metode yang terbaik. Tanaman diberi pupuk terbaik, hama pada semua bagian tanaman dikontrol secara organik. Selanjutnya, penyortiran, pengemasan, dan penyimpanan menggunakan inovasi untuk memastikan buah selalu segar.

Next, tahap packing, semua buah-buahan yang mulai berbuah di kebun Sunpride dibungkus dengan pembungkus kertas khusus guna melindungi buah dari serangga hama, radiasi sinar matahari dan paparan polusi langsung. Tak hanya itu, untuk Pisang Single and Available, departemen riset dan pengembangan Sunpride terlebih dahulu meneliti jenis plastik yang sesuai untuk Pisang Cavendish. Sunpride menggunakan jenis plastik yang tidak membuat buah mudah berkeringat dan basah.

Itulah mengapa meski penampakan pisang Sunpride sudah tidak indah lagi, alias coklat tua namun bagian buahnya tetap fresh. Karena mulai penanaman sampai packing benar-benar terjaga.

Pisang Sunpride yang kulitnya mulai berwarna coklat

Tidak hanya itu, pisang ini juga sangat praktis untuk dibawa. Tidak perlu khawatir penyet, mengotori isi tas,

Selain itu juga mengandung serat tinggi yang dapat mengurangi tingkat kolestrol jahat yang ada dalam tubuh dan mengandung kalium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, serta menyehatkan jantung.

So, jangan salah pilih pisang ya… pisang? Sunpride saja!

 

Recent Posts
Comments
  • roberto ferdinand angkuw
    Reply

    Jadikan makan buah lokal sebagai gaya hidup bangsa Indonesia

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.